Sekda Morowali Utara Buka Pelatihan PPRG bagi Focal Point Gender Tahun 2025

Morowali Utara, Sekretaris Daerah Kabupaten Morowali Utara, Ir. Musda Guntur, MM, membuka secara resmi Pelatihan Perencanaan Penganggaran Responsif Gender (PPRG) bagi Focal Point Gender tahun 2025. Kegiatan ini diselenggarakan di Ruang Pertemuan Tepotowe Kantor Bappelitbangda Morowali Utara, Kamis (20/11/2025).

Pelatihan tersebut diinisiasi oleh Dinas Pengendalian Penduduk, KB, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A-KB) Daerah dan berlangsung selama satu hari. Kegiatan menghadirkan narasumber dari DP3A-KB Provinsi Sulawesi Tengah, Marliya, SE., M.Si., yang memberikan materi terkait strategi pengarusutamaan gender dalam perencanaan dan penganggaran daerah.

Meningkatkan Pemahaman Focal Point Gender. Kepala DP3A-KB Morowali Utara, Alno Barniat Sanampe, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelatihan ini dilaksanakan untuk meningkatkan kompetensi dan keterampilan Focal Point Gender dalam menyusun anggaran yang responsif gender. Pelatihan ini juga bertujuan memperkuat pemahaman peserta dalam proses perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi program pembangunan berbasis keadilan gender. Kegiatan ini merupakan upaya untuk meningkatkan pemahaman tentang konsep anggaran responsif gender, sehingga dapat memberi dampak positif bagi kesetaraan gender di Kabupaten Morowali Utara,” ujarnya.



Sekda Tekankan Pentingnya Anggaran Berkeadilan Gender
Sekda Musda Guntur dalam arahannya mengapresiasi penyelenggaraan pelatihan tersebut. Ia menegaskan bahwa setiap perangkat daerah harus mampu merancang kegiatan dan menyusun anggaran yang mempertimbangkan aspek gender agar hasil pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh semua kelompok masyarakat.

Setiap OPD harus siap merespon peran kesetaraan gender, karena di setiap sektor pasti ada isu gender. Dengan perencanaan dan penganggaran yang tepat, akan tercipta anggaran yang efektif, efisien, ekonomis, dan berkeadilan gender,” jelasnya.



Sekda juga menambahkan bahwa pelatihan ini harus menjadi langkah awal peningkatan kapasitas aparatur dalam memahami dan menerapkan konsep PPRG, bukan sekadar kegiatan seremonial.

Pelatihan ini harus menjadi komitmen bersama untuk menjadikan PPRG bagian yang tidak terpisahkan dari perencanaan dan penganggaran daerah,” tegasnya.



Diikuti 40 Peserta dari Berbagai OPD. Pelatihan PPRG 2025 ini diikuti oleh 40 perencana dari berbagai OPD, antara lain Bappelitbangda, DP3A-KB, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dukcapil, PMD, Dinas Sosial, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Komunikasi dan Informatika, BKAD, serta Inspektorat Daerah.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Morowali Utara berharap penerapan PPRG semakin optimal sebagai instrumen penting untuk mengatasi kesenjangan gender dan meningkatkan kualitas pembangunan daerah.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *