Ratusan Warga Kampung Baru Gruduk Kantor Pusat PT. Alam Sutera

Jakarta, Info Morowali.id – Ratusan Warga Kampung Baru, Desa Sindang Panon, Kec. Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang mengruduk Kantor Pusat PT. Alam Sutera di Gedung The Tower by Alam Sutera. Senin (2/9/2024).

Ratusan warga yang mayoritas adalah Ibu-Ibu dan anak-anak datang untuk menuntut realisasi janji  kesepakatan pada tanggal 19 Agustus 2024, dimana pihak alam sutera akan melakukan normalisasi sungai dan membangun jalan untuk warga akibat dari tertutupnya akses jalan warga dan tergenangnya pemukiman warga akibat pembuangan limbah air dari perumahan Suvarsa Sutera milik PT. Alam Sutera.

Bacaan Lainnya

Tidak hanya Itu, menurut Ibu Ijong salah satu peserta aksi menyampaikan keluhnya menyatakan Proyek Suvarna Sutera PT. Alam Sutera telah menutup 3 akses jalan yang selama ini digunakan oleh warga kampung Baru.

Komplek Perumahan Klaster Asta telah memasang tembok besar dan tinggi yang menutup suluruh akses jalan warga, Proyek juga telah merusak puluhan rumah, merusak perabot rumah tangga, mereka bekerja 24 jam dan kami terganggu dengan bising dan debu yang ditimbulkan oleh pekerjaan mereka. Mereka membuang air dengan mebangun gorong-gorong seenaknya sendiri langsung ke pemukiman tidak dialirkan ke Sungai, jadi kalau hujan jalan pemukiman terendam.

“Anak-anak kami kesulitan untuk berangkat sekolah terlebih ketika hujan turun bahkan kadang kala anak-anak harus mengalungkan sepatu dileher agar sepatu tidak kotor kena lumpur,” ujarnya.

“Kedatangan kami kesini untuk mengungkapkan kekesalan kami apalagi PT. Alam Sutera telah membohongi kesepakatan yang kami buat bersama dengan mereka,” ungkapnya.

Senada dengan Ijong, Sopan selaku ketua Paguyuban Kampung Baru Berkah (PKBB) menyatakan kekecewaan dan kekesalan yang sama terlebih, pihaknya tidak saja telah diingkari oleh PT. Alam Sutera tetapi merasa telah dipermainkan.

Menurutnya, pemberitahuan aksi dan permintaan ketemu dengan petinggi PT. Alam Sutera di kantor pusat ini sudah disampaikan sejak hari Kamis 28 Agustus 2024 tetapi justeru mereka menghindar, bahkan ada pihak-pihak yang diduga berupaya sengaja untuk membohongi. Pasalnya ada upaya untuk menutup-nutupi keberadaan kantor pusat PT. Alan Sutera, keterangan yang berubah-ubah dan berbeda antara scurity dengan pihak pengelola gedung. Sebab sebelum kedatangan pihak pengelola gedung dan pihak kepolisian Sopan menanyakan kepada scurity bahwa bebar ada kantor alam sutera dilantai 18 tetapi belum 15 menit setelah ada lilisi dan pengelola gedung pihak scurity meralat informasi yang disampaikan kepada kami, yang akhirnya mengatakan ada kantor PT. Alam Sutera sudah tidak di gedung ini sejak Covid.

Menurutnya ada kesengajaan dikondisikan begitu. Untuk menghidari pertanggungjawaban.

Sopan juga merasa sangat kecewa dengan pihak pemerintah, baik itu pemerintah desa, kecamatan hingga kabupaten.

“Mereka semua sudah tau bahwa jalan kami ditutup pagar benton dan warga kami butuh jalan, mereka sudah berulang kali berkunjung dan melihat secara langsung tetapi tidak juga mau membantu warga untuk membuat jalan, bahkan mereka menjadi saksi dalam kesepakatan yang diingkari oleh PT. Alam sutera,” ujarnya.

Padahal kami hanya kekuarangan pembangunan jalan sepanjang sekitar 150 meter dengan lebar 3 meter. Karena sebekumnya kami sudah melakukan pembuatan halan secara swadaya tetapi semua pihak tidak juga bersedia membantu membangunkan jalan kepada warga kampung baru.

“Kami tidak tau lagi harus meminta bantuan kemana untuk membangun jalan, mungkin kami akan melakukan penggalangan dana ke publik, barang kali ada yang tergerak hatinya dan mau membantu kami untuk membangun jalan karena pihak Alam sutera tidak bertanggungjawab dan pihak pemerintah juga tidak mau membangunkan jalan,” ungkapnya.

Sebenarnya kasus ini juga sudah kami laporkan ke komnas HAM, kami laporkan juga Ke Kantor Staf Presiden, hanya saja belum ada penyelesaian yang kongkret dari laporan laporan kami.

“Kami akan tetap bertahan dikampung kami dan akan berupaya untuk terus memperjuangkan hak-hak warga kampung baru atas dampak buruk dari proyek Suvarna Sutera milik PT. Alam sutera ini,” jelasnya. (**)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *