Satu Unit Ambulans, Ratusan Juta Biaya Operasional: Pola Pengelolaan Fauzan Mamala Sulit Ditiru

Morowali Utara, Fauzan mamala mengatakan Di tengah kebutuhan layanan kesehatan dan transportasi darurat yang semakin tinggi di masyarakat, keberadaan ambulans gratis sering menjadi harapan bagi warga yang membutuhkan pertolongan cepat. Namun di balik operasional sebuah ambulans, terdapat biaya besar dan tanggung jawab yang tidak ringan.

Hal inilah yang dijalankan oleh . Saat ini ia menyediakan satu unit ambulans untuk membantu masyarakat. Namun yang menjadi perhatian bukan hanya keberadaan kendaraan tersebut, melainkan pola pengelolaannya yang dinilai sulit diikuti oleh banyak pihak.

Setiap bulan, Fauzan mengalokasikan anggaran sekitar Rp10 juta untuk kebutuhan operasional ambulans. Dana tersebut digunakan untuk membayar gaji sopir, biaya bahan bakar minyak (BBM), hingga pemeliharaan kendaraan agar tetap siap digunakan kapan saja.

Jika dihitung dalam satu tahun, total biaya operasional yang dikeluarkan mencapai sekitar Rp120 juta. Seluruh anggaran itu berasal dari dana pribadi yang ia keluarkan sendiri demi memastikan layanan ambulans tetap berjalan dan bisa dimanfaatkan masyarakat yang membutuhkan.

Model pengelolaan seperti ini dinilai tidak mudah diterapkan oleh banyak orang atau lembaga. Sebab, operasional ambulans tidak hanya membutuhkan kendaraan, tetapi juga komitmen pendanaan yang konsisten dan berkelanjutan. Tanpa dukungan finansial yang kuat, layanan seperti ini berpotensi sulit bertahan dalam jangka panjang.

Karena itu, keberadaan ambulans yang dikelola secara mandiri dengan pembiayaan pribadi menjadi bentuk kepedulian sosial yang besar. Di sisi lain, kondisi tersebut juga menunjukkan pentingnya dukungan bersama, baik dari masyarakat maupun pihak lain, agar layanan kemanusiaan seperti ambulans dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak warga yang membutuhkan.(**)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *