“Di Akhir Jabatan, Arman Persembahkan Cahaya untuk Tanauge: Penantian Panjang Warga Akhirnya Terjawab”

Desa Tanuge, Di penghujung masa jabatannya sebagai Kepala Desa Tanauge pada Rabu, 13 Mei 2026, Arman akhirnya menyaksikan impian besar masyarakat Desa Tanauge menjadi kenyataan: listrik resmi masuk desa.

Senin malam, 11 Mei 2026, menjadi malam yang tak akan pernah dilupakan warga. Untuk pertama kalinya, lampu di Tanauge menyala setelah bertahun-tahun masyarakat hidup dalam gelap dan keterbatasan. Uji coba arus listrik (tes stroom) yang dilakukan malam itu bukan sekadar teknis penyalaan lampu, tetapi menjadi simbol harapan baru bagi seluruh warga desa.

Suasana haru menyelimuti masyarakat ketika cahaya pertama muncul dari rumah-rumah warga. Anak-anak bersorak gembira, para orang tua menatap lampu yang menyala dengan mata berkaca-kaca, sementara sebagian warga tak mampu menyembunyikan rasa syukur mereka setelah penantian panjang yang penuh perjuangan.
Dengan suara penuh haru, Arman menyampaikan rasa syukurnya kepada masyarakat yang selama ini setia mendukung perjuangan menghadirkan listrik ke desa.

“Kami berterima kasih kepada masyarakat Tanauge yang sudah mendukung program ini. Alhamdulillah hari ini kita sudah melihat dan membuktikan bahwa lampu yang diuji sudah ada stroom dan menyala,” ujarnya.

Bagi Arman, listrik bukan hanya tentang penerangan. Listrik adalah harapan bagi anak-anak untuk belajar di malam hari tanpa pelita, harapan bagi para ibu untuk menjalani aktivitas dengan lebih mudah, dan harapan bagi desa agar perlahan keluar dari keterisolasian dan menuju kehidupan yang lebih maju.

Perjuangan menghadirkan listrik ke Tanauge bukanlah perjalanan singkat. Program itu telah diperjuangkan sejak awal kepemimpinannya. Berbagai tantangan, keterbatasan, dan proses panjang harus dilalui hingga akhirnya masyarakat bisa menyaksikan sendiri cahaya pertama menyinari desa mereka.

Meski demikian, Arman menegaskan perjuangan belum selesai. Saat ini pemerintah desa masih menunggu hasil pendataan tim untuk melanjutkan pemasangan meteran listrik ke rumah-rumah warga agar seluruh masyarakat bisa menikmati listrik secara merata.

Masyarakat pun berharap, meski masa jabatannya segera berakhir, Arman tetap mengawal proses tersebut hingga benar-benar tuntas.
Warga menilai keberhasilan menghadirkan listrik menjadi bukti nyata keseriusan dan kepeduliannya terhadap kebutuhan masyarakat kecil.
Di hari yang sama, Arman juga menyampaikan laporan penggunaan dana desa selama masa kepemimpinannya sebagai bentuk keterbukaan dan tanggung jawab kepada masyarakat.

Namun bagi warga Tanauge, keberhasilan menyalakan lampu di desa mereka telah menjadi warisan terbesar di akhir masa jabatan seorang kepala desa. Sebab malam itu, yang menyala bukan hanya lampu-lampu rumah warga, tetapi juga harapan baru tentang masa depan desa yang lebih baik.

Meski masa jabatan segera usai, Arman memastikan pengabdiannya belum berhenti. Ia menyatakan siap kembali maju pada Pilkades serentak Juli mendatang dengan tekad melanjutkan pembangunan dan memastikan seluruh warga Tanauge benar-benar menikmati listrik hingga ke rumah masing-masing.

Bagi masyarakat Tanauge, cahaya yang hadir malam itu bukan sekadar penerangan. Ia adalah simbol perjuangan, pengorbanan, dan mimpi panjang yang akhirnya menjadi kenyataan.(**)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *