Empat Ambulans Gratis Keluarga Mamala, Wujud Nyata Kepedulian untuk Masyarakat Morowali Utara

Morowali Utara ,– Di tengah masih terbatasnya akses layanan kesehatan di sejumlah wilayah Kabupaten Morowali Utara, keluarga Mamala menunjukkan kepedulian nyata dengan menghadirkan layanan ambulans gratis bagi masyarakat.

Salah satu penggagas layanan tersebut adalah Muh. Fauzan Ari Nugraha, S.AP, yang akrab disapa Fauzan Mamala. Ia menyediakan satu unit ambulans gratis yang didukung empat orang sopir yang bersiaga selama 24 jam. Ambulans tersebut telah membantu banyak warga dalam penanganan medis, rujukan ke rumah sakit, hingga pelayanan pengantaran jenazah tanpa dipungut biaya.

Kepedulian serupa juga ditunjukkan Ahmad Dg Mamala, S.Sos, atau yang dikenal sebagai Haji Tonggong. Dua unit ambulans miliknya disiapkan untuk melayani masyarakat Kecamatan Soyojaya, terutama warga di wilayah dataran atas yang selama ini menghadapi tantangan akses menuju fasilitas kesehatan.

Sementara itu, Mukhlis Dg Mamala atau Haji Mus turut menyediakan satu unit ambulans yang melayani masyarakat di Kecamatan Mori Atas dan Mori Utara. Kehadiran layanan ini menjadi bentuk kepedulian sosial yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.

Secara keseluruhan, empat unit ambulans gratis yang dihadirkan keluarga Mamala menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap sesama diwujudkan melalui aksi nyata. Dengan mengedepankan pelayanan kemanusiaan, mereka berupaya memastikan masyarakat Morowali Utara memperoleh akses transportasi kesehatan yang cepat, aman, dan tanpa beban biaya.

Di tengah hadirnya layanan tersebut, tidak sedikit warga yang memilih menggunakan ambulans keluarga Mamala, baik untuk mengantar pasien maupun jenazah. Menurut penuturan sejumlah masyarakat, layanan ini dinilai lebih mudah diakses karena diberikan secara cuma-cuma, sehingga menjadi pilihan ketika membutuhkan pertolongan darurat.

Kehadiran ambulans gratis ini juga mencerminkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan transportasi kesehatan yang cepat, mudah dijangkau, dan terjangkau. Harapannya, berbagai inisiatif sosial seperti ini dapat berjalan berdampingan dengan peningkatan pelayanan ambulans pemerintah, termasuk melalui evaluasi mekanisme pelayanan dan pembiayaan agar akses layanan kesehatan semakin merata bagi seluruh masyarakat.

Bagi banyak warga, ambulans keluarga Mamala bukan sekadar kendaraan pengangkut pasien atau jenazah, melainkan simbol kepedulian, gotong royong, dan semangat membantu sesama. Di saat setiap menit sangat berharga, layanan ini hadir sebagai wujud nyata pengabdian kepada masyarakat Morowali Utara.(**)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *