Morowali Utara, Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Dr. Drs. H. Anwar Hafid, M.Si., menegaskan bahwa pembangunan Kabupaten Morowali Utara (Morut) harus berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, bukan semata-mata mengejar pertumbuhan ekonomi.
Menurutnya, Morowali Utara memiliki keindahan alam dan kekayaan sumber daya yang menjadi kebanggaan bersama. Tanah Tepo Asa Aroa menyimpan potensi besar untuk mendorong kesejahteraan masyarakat apabila dikelola secara bijaksana, berkelanjutan, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat lokal.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Anwar Hafid saat bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-13 Kabupaten Morowali Utara di pelataran Kantor Bupati Morut, Jumat (23/10/2026) pagi.
“Kita harus memastikan bahwa pembangunan tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari peningkatan kualitas sumber daya manusia, berkurangnya kemiskinan, terbukanya lapangan pekerjaan, serta semakin meratanya pelayanan dasar,” tegas Anwar Hafid dalam sambutannya.
Upacara tersebut dihadiri Anggota DPR RI Elen Ester Pelealu, Ketua TP-PKK Provinsi Sulteng Sri Nirwanti Bahasoan, Bupati Morowali Utara Dr. dr. Delis Julkarson Hehi, MARS, Wakil Bupati Morut H. Djira K., S.Pd., M.Pd., Ketua TP-PKK Morut sekaligus Anggota DPD RI Dapil Sulteng Febriyanthi Hongkiriwang, S.Si., Apt., serta Ketua I TP-PKK Morut Widyawati Malla Djira.
Turut hadir unsur Forkopimda Morut, para wakil bupati dari Kabupaten Poso dan Banggai Kepulauan, perwakilan pemerintah kabupaten/kota se-Sulawesi Tengah, pejabat instansi vertikal, anggota DPRD Morut, pejabat eselon II dan III di lingkungan Pemda Morut, serta ribuan tamu undangan lainnya.
IPM Meningkat, Angka Kemiskinan Menurun
Dalam sambutannya, Gubernur Anwar Hafid turut memaparkan sejumlah capaian pembangunan makro Kabupaten Morowali Utara.
Berdasarkan data yang disampaikannya, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Morut meningkat dari 71,64 pada 2024 menjadi 72,16 pada 2025. Sementara itu, angka kemiskinan mengalami penurunan dari 11,95 persen pada 2024 menjadi 10,38 persen pada 2025.
Jumlah penduduk miskin juga berkurang dari 16,74 ribu jiwa menjadi 14,78 ribu jiwa. Adapun tingkat pengangguran terbuka tercatat sebesar 2,38 persen pada 2024 dan 2025.
Anwar Hafid menilai capaian tersebut patut disyukuri, tetapi masih perlu ditingkatkan melalui kerja sama yang lebih kuat antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan Pemerintah Kabupaten Morowali Utara.
“Pertumbuhan ekonomi harus dirasakan masyarakat, kemiskinan harus terus ditekan, dan lapangan kerja harus semakin terbuka,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya memperkuat sinergi antarpemerintah dalam pelaksanaan berbagai program pembangunan, termasuk mendukung program 9 BERANI, agar manfaatnya dapat dirasakan secara nyata hingga ke pelosok desa.
Perkuat Persatuan Menuju Morut Sehat, Cerdas, dan Sejahtera
Memasuki usia ke-13, Gubernur mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mempererat tali silaturahmi, menjaga toleransi, serta memperkuat persaudaraan dan semangat gotong royong dalam membangun daerah.
Menurutnya, persatuan merupakan modal penting untuk mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan, baik di Morowali Utara maupun di seluruh wilayah Sulawesi Tengah.
“Mari kita jadikan usia ke-13 ini sebagai momentum untuk lebih mempererat hubungan tali silaturahmi dan persaudaraan, menjaga toleransi, dan bekerja sama membangun Morut bagi terwujudnya Morut yang Sehat, Cerdas, dan Sejahtera (SCS),” ajaknya.
Ia menambahkan, melalui persatuan seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Tengah, cita-cita mewujudkan Sulteng Nambaso menuju Indonesia Emas 2045 diharapkan dapat tercapai.
Penyerahan Bantuan dan Penghargaan
Usai upacara, Gubernur Anwar Hafid bersama Bupati Delis menyerahkan sejumlah bantuan dan penghargaan kepada para penerima manfaat serta pemenang berbagai kegiatan.
Gubernur juga menyerahkan secara simbolis bantuan sembako melalui Program BERANI Berkah kepada sejumlah warga di wilayah Kota Kolonodale. Penyerahan tersebut berlangsung di pelataran Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Morowali Utara.
Program BERANI Berkah tersebut diperuntukkan bagi sekitar 5.000 masyarakat di Kabupaten Morowali Utara sebagai bagian dari upaya membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
Rangkaian upacara peringatan HUT ke-13 Morowali Utara kemudian ditutup dengan penampilan Polisi Cilik (Pocil) Polres Morut yang merupakan binaan Kapolres Morut, AKBP Junaidy Anthonius Weken, S.I.K.
Sementara itu, pada malam harinya, perayaan HUT ke-13 Kabupaten Morowali Utara dijadwalkan berlanjut dengan Pesta Rakyat yang menghadirkan artis Fresly Nikijuluw dan ditutup dengan Dero Massal bersama Vita Andjalim.
Momentum hari jadi ini diharapkan semakin memperkuat kebersamaan seluruh elemen masyarakat dalam mendorong kemajuan daerah serta mewujudkan Morowali Utara yang lebih sehat, cerdas, sejahtera, dan berdaya saing.(*)





