MOROWALI UTARA, Sebanyak 53 inovator di Kabupaten Morowali Utara yang telah mengikutsertakan inovasinya dalam ajang Innovation Government Award (IGA) 2026 mendapat penghargaan dari Bupati Morowali Utara.
Penghargaan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi bentuk apresiasi atas karya dan dedikasi para inovator, tetapi juga menjadi pemacu untuk terus mengembangkan inovasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Hal tersebut mengemuka dalam rapat kerja terkait pemberian penghargaan kepada para inovator yang digelar di Ruang Tepotowoa, Kantor Bappelitbangda Morowali Utara, Selasa (6/10/2026) siang.
Rapat dipimpin Kepala Bappelitbangda Morowali Utara, Gerzom Tandi, ST, M.Eng. Dalam arahannya, Gerzom menegaskan bahwa penghargaan dari Bupati Morowali Utara harus dimaknai sebagai motivasi untuk memperkuat budaya inovasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Morowali Utara.
“Semoga penghargaan dari Bapak Bupati ini menjadi motivasi dan semangat bagi seluruh inovator untuk semakin kreatif dan inovatif dalam mengembangkan inovasi daerah. Yang terpenting, kita dapat terus berkolaborasi mewujudkan Morowali Utara yang lebih sehat, lebih cerdas, dan lebih sejahtera,” kata Gerzom.
Menurutnya, pengembangan inovasi tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri. Dibutuhkan keterlibatan seluruh pihak, baik perangkat daerah, inovator maupun operator inovasi.
Ia menekankan agar inovasi yang dikembangkan tidak sekadar memenuhi aspek administrasi atau kepentingan penilaian, tetapi benar-benar mampu memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan.
Dorong Perlindungan Hak Kekayaan Intelektual
Dalam rapat tersebut, Sekretaris Bappelitbangda Morowali Utara Ir. La Ode Moh. Yani Samu, ST, M.Si., turut memberikan arahan terkait pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) melalui Sentra HAKI Bappelitbangda.
La Ode Moh. Yani yang juga merupakan penanggung jawab Sentra HAKI Kabupaten Morowali Utara mendorong agar inovasi yang memiliki potensi dan nilai kekayaan intelektual dapat segera mendapatkan perlindungan secara hukum.
Langkah tersebut dinilai penting agar berbagai inovasi yang lahir dari lingkungan pemerintahan daerah memiliki legalitas serta dapat terus dikembangkan dan dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Pelaporan Inovasi Jadi Perhatian
Sementara itu, Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan Daerah Bappelitbangda Morowali Utara Isna Lapasila, SE, M.A.P., memberikan penjelasan mengenai teknis pelaporan inovasi serta strategi meningkatkan skor inovasi dalam ajang IGA 2026.
Menurut Isna, kualitas pelaporan menjadi salah satu bagian penting dalam meningkatkan nilai Indeks Inovasi Daerah Kabupaten Morowali Utara.
Karena itu, inovasi yang telah dikembangkan perlu didukung dengan dokumentasi dan pelaporan yang baik sehingga dapat dinilai secara optimal.
«“Mari kita lebih berupaya lagi, lebih kreatif, lebih inovatif, dan terus melakukan pengembangan inovasi, baik dalam pelayanan publik, tata kelola pemerintahan maupun bidang lainnya yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Isna.»
Ia menegaskan, inovasi yang dikembangkan pemerintah daerah harus memiliki dampak nyata, mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat daya saing daerah.
Isna berharap kerja keras para inovator dan operator inovasi dapat mendorong Kabupaten Morowali Utara meningkatkan capaian dalam ajang IGA sekaligus memperbaiki posisi Indeks Inovasi Daerah.
«“Semoga dedikasi dan perjuangan seluruh tim inovator serta operator inovasi menjadi amal kebaikan dan keberkahan bagi seluruh masyarakat Morowali Utara. Harapan kita ke depan, Kabupaten Morowali Utara mendapatkan predikat Kabupaten Sangat Inovatif,” katanya.»
Rapat tersebut menjadi bagian dari upaya Bappelitbangda Morowali Utara dalam memperkuat ekosistem inovasi daerah.
Melalui penguatan tersebut, inovasi yang dihasilkan perangkat daerah diharapkan tidak berhenti sebagai gagasan maupun dokumen administrasi, tetapi terus dikembangkan, dilaporkan secara baik, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat Morowali Utara.(*)





