Sinergi PT SCM, TNI-Polri, dan Masyarakat Berhasil Kendalikan Karhutla di Konawe

KONAWE ,PT Sulawesi Cahaya Mineral (SCM) melalui tim Emergency Response Team (ERT) dan Brigade Pengendalian (Brigdal) Karhutla terus menunjukkan komitmen proaktifnya dalam menanggulangi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Konawe. Sepanjang pekan pertama Oktober 2026, tim gabungan PT SCM berhasil memadamkan karhutla yang melanda kawasan sabana seluas 4 hektare di Desa Lalomerui, serta merespons cepat meluasnya titik api yang mengancam permukiman transmigrasi di Desa Parudongka dan Tirawonua, yang berada di luar wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) perusahaan.

Dalam serangkaian operasi tanggap darurat tersebut, PT SCM mengerahkan personel gabungan yang terdiri dari ERT, tim External Affairs (EA), Occupational Health and Safety & Assets Protection (OHS & AP), pengamanan objek vital (Pamobvit), Kepolisian, Babinsa, dan relawan setempat. Operasi penanganan secara simultan ini didukung penuh oleh pengerahan armada taktis yang komprehensif, mencakup unit Fire Truck, kendaraan operasional, serta sejumlah armada penyuplai air (Water Truck) guna memastikan pasokan air tidak terputus selama proses pemadaman berlangsung di area krisis.

Kepala Teknik Tambang (KTT) PT SCM, Didik Fotunadi, menegaskan bahwa keselamatan warga dan personel merupakan prioritas utama dalam setiap operasi pemadaman. “Kami menginstruksikan tim untuk mengutamakan keselamatan dan memprioritaskan penanganan kebakaran yang paling dekat dengan permukiman warga serta tidak memaksakan tindakan jika situasi berbahaya. Misi penanganan Karhutla ini adalah bentuk kepedulian nyata perusahaan terhadap masyarakat dan lingkungan,” tegasnya, Kamis (8/10/2026).

Saat ini, kondisi di titik-titik utama kebakaran telah dipastikan aman dan terkendali. Di Desa Lalomerui, api telah padam total tanpa sisa asap sejak operasi pekan lalu. Sementara itu, setelah berhasil melakukan pemadaman di area sekitar permukiman transmigrasi Desa Parudongka pada Rabu (7/10) pukul 11.20 WITA, tim PT SCM kini bersiaga di perumahan warga sembari beristirahat dan menunggu arahan lebih lanjut dari pihak Polsek dan pemerintah desa terkait potensi titik api susulan yang masih mengarah ke permukiman.

Sebagai langkah mitigasi ke depan, manajemen PT SCM bersama tim ERT dan Brigdal Karhutla akan terus melakukan pemantauan area secara berkala (cooling down phase) serta siaga penuh merespons laporan dari masyarakat. Perseroan juga memastikan kesiapan seluruh armada penyiram air dan memperketat prosedur asesmen keselamatan (safety assessment) sebelum tim melakukan manuver atau mobilisasi lebih jauh ke area-area yang sulit dijangkau maupun rawan terbakar di tengah kondisi iklim yang kering.

Eskalasi insiden Karhutla ini banyak dipicu oleh kondisi cuaca cerah dan kering yang mempercepat rambatan kebakaran permukaan (surface fire), khususnya pada ekosistem sabana dan semak belukar. Di Lalomerui, api merambat cepat sejak pagi hari sebelum akhirnya diputus lajunya dari area bawah hingga sisi sayap, dan pola serupa terjadi di Parudongka, di mana tim harus bergerak cepat sejak pagi menuju perkampungan transmigrasi untuk melakukan asesmen dan menghentikan pergerakan api sebelum menyentuh hunian masyarakat.

Sinergi yang solid antara PT SCM, pemerintah desa, Kepolisian, dan elemen masyarakat membuktikan efektivitas sistem mitigasi krisis lintas sektor, baik di area sekitar operasi tambang maupun wilayah di luar IUP. Keberhasilan operasi pemadaman Karhutla secara berturut-turut di Desa Lalomerui, Parudongka, dan Tirawonua ini merepresentasikan wujud nyata kepedulian, profesionalitas, dan dedikasi PT Sulawesi Cahaya Mineral dalam menjaga keselamatan lingkungan sekaligus melindungi masyarakat dari ancaman bencana.(**)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *