GKMR Gandeng Sinode Am GPI Perkuat Tata Kelola Digital dan Pelayanan

JAKARTA, Gereja Kristen Morowali Raya (GKMR) menjalin kerja sama dengan Sinode Am Gereja Protestan Indonesia (GPI) di bidang informatika dan teknologi (IT). Kerja sama tersebut diarahkan untuk memperkuat tata kelola administrasi modern, literasi digital, serta pelayanan media di lingkungan GKMR.

Kesepakatan tersebut mengemuka dalam pertemuan utusan GKMR dengan Badan Pelaksana Harian Sinode Am GPI yang berlangsung di Balai Agung Sinode Am GPI, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (1/10/2026) siang.

Dua utusan GKMR, Amos Lawalata dan Pitosmo Lameanda, diterima langsung oleh Sekretaris Sinode Am GPI, Pdt. Henrek Lokra, M.Si.

Dalam pertemuan tersebut, utusan GKMR memaparkan perjalanan pembentukan sinode sekaligus berbagai kebutuhan pengembangan sumber daya manusia dalam menghadapi tantangan pelayanan yang selama ini menjadi pergumulan warga jemaat Morowali Raya.

Dari hasil diskusi, disepakati tim Sinode Am GPI akan berkunjung ke Morowali Utara dalam waktu dekat untuk memberikan pelatihan di bidang digital dan teknologi informasi.

“Sepulang dari Jakarta kami segera mengumpulkan tenaga-tenaga yang siap dilatih, karena yang dibutuhkan adalah tenaga yang terpanggil dan siap mengabdikan dirinya membangun divisi digital GKMR, mulai dari laporan keuangan yang bisa diakses siapa saja sampai pembuatan database yang detail, termasuk untuk pelayanan kesehatan. Semacam itulah yang akan dilakukan dalam waktu dekat,” jelas Amos Lawalata dan Pitosmo Lameanda.

Sementara itu, Sekretaris Sinode Am GPI, Pdt. Henrek Lokra, menegaskan bahwa pihaknya terbuka terhadap kerja sama kemitraan dengan gereja-gereja di Indonesia, khususnya dalam membangun ekosistem digital yang kuat.

“Tahun ini kami konsen untuk GPIBK dan GPIBT. Keinginan GKMR untuk menyegegerakan pelatihan dalam rangka menghadirkan ekosistem digital tentu saja kami sambut baik karena tujuannya mewujudkan keterbukaan dalam pelayanan. Tahun depan kita bisa rencanakan untuk kerja sama dengan gereja saudara lainnya,” jelas Pdt. Henrek Lokra.

Sinode Am GPI merupakan salah satu persekutuan gereja yang memiliki akar sejarah panjang di Indonesia. Sejarahnya berkaitan dengan Indische Kerk pada masa Hindia Belanda yang bermula pada 27 Februari 1605 di Ambon, Maluku.

Dalam perkembangannya, Sinode Am GPI menaungi 12 Gereja Bagian Mandiri (GBM), di antaranya GMIM, GPM, GMIT, dan GPIB.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *