Asap Karhutla? Jangan Anggap Sepele!”, Dinkesda Morut Ajak Warga Tingkatkan Kewaspadaan

MOROWALI UTARA, Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Morowali Utara (Morut) mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berpotensi mengganggu kesehatan, khususnya saluran pernapasan.

Melalui imbauan bertajuk “Asap Karhutla? Jangan Anggap Sepele!”, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinkesda Morut, Arif Paskal Pokonda, SST., M.Kes., mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kualitas udara serta menerapkan langkah-langkah pencegahan guna melindungi diri sendiri dan keluarga dari paparan asap.

“Asap akibat karhutla bisa berdampak buruk bagi kesehatan. Karena itu, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan dan tidak menganggap sepele kondisi udara yang mulai berasap,” imbau Arif.

Ia menjelaskan, paparan asap karhutla dapat menyebabkan iritasi mata, batuk, hingga sesak napas. Kondisi tersebut juga berpotensi memperburuk gangguan kesehatan pada kelompok rentan, seperti anak-anak, lanjut usia (lansia), ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki penyakit pernapasan maupun penyakit kronis lainnya.

Untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap, Dinkesda Morut mengajak masyarakat menerapkan sejumlah langkah pencegahan.

Pertama, menggunakan masker yang sesuai saat harus beraktivitas di luar rumah ketika kondisi udara berasap. Kedua, mengurangi aktivitas di luar ruangan serta membatasi kegiatan fisik berat apabila kualitas udara memburuk.

Ketiga, mencukupi kebutuhan cairan tubuh dengan memperbanyak minum air putih. Keempat, mengonsumsi makanan bergizi seimbang untuk mendukung kesehatan tubuh. Kelima, segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami batuk berkepanjangan, sesak napas, iritasi mata yang berat, atau keluhan kesehatan lainnya.

Selain itu, masyarakat diimbau untuk memperhatikan kondisi kesehatan kelompok rentan di lingkungan masing-masing serta sebisa mungkin menghindari paparan asap secara langsung hingga kualitas udara kembali membaik.

Arif juga mengingatkan bahwa penggunaan masker merupakan salah satu langkah perlindungan, tetapi tidak sepenuhnya menghilangkan risiko paparan asap. Oleh karena itu, masyarakat tetap perlu membatasi aktivitas di luar ruangan ketika kondisi udara tidak sehat.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam mencegah karhutla serta tidak melakukan pembakaran lahan yang bisa memicu kebakaran dan pencemaran udara,” kata mantan Kepala Puskesmas Tomata tersebut.

Ia berharap, melalui kesadaran dan partisipasi bersama, masyarakat Morowali Utara dapat meminimalkan risiko gangguan kesehatan akibat asap karhutla serta menjaga kesehatan keluarga dan lingkungan.

Udara bersih, Morut sehat. Bersama kita cegah dampak karhutla demi keluarga yang sehat dan masa depan yang lebih baik.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *