Morowali Utara , Pemerintah Kabupaten Morowali Utara terus memperkuat sistem pencegahan dan penanggulangan kebakaran dengan meningkatkan sarana keselamatan di fasilitas publik dan kantor pemerintahan.
Komitmen tersebut ditandai dengan penyerahan 82 unit Alat Pemadam Api Ringan (APAR) oleh Bupati Morowali Utara, Dr. dr. Delis Julkarson Hehi, MARS, di Aula Kantor Camat Lembo, Rabu (7/10/2026).
Penyerahan APAR ini merupakan bagian dari upaya memastikan gedung pemerintahan dan fasilitas pelayanan publik memiliki perlindungan dasar terhadap risiko kebakaran. Keberadaan APAR juga diharapkan memungkinkan penanganan api sejak dini sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar.
Dalam sambutannya, Bupati Delis menegaskan bahwa ketersediaan APAR merupakan bagian penting dari standar keselamatan gedung, terutama pada kantor pemerintahan dan fasilitas pelayanan masyarakat.
“Paling tidak kita sudah memiliki standar perlindungan gedung untuk pencegahan kebakaran, sehingga saat api masih kecil bisa langsung dipadamkan menggunakan APAR,” ujar Bupati Delis.
APAR tersebut diprioritaskan untuk fasilitas publik dan instansi pemerintahan, termasuk jajaran kecamatan, kepolisian, serta TNI.
Bupati Delis juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Morowali Utara, serta unsur TNI dan Polri yang selama ini terlibat dalam penanganan berbagai kejadian kebakaran.
Menurutnya, respons cepat tim gabungan dalam menangani kebakaran permukiman warga maupun kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sudah berjalan dengan baik, meskipun masih menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana.
Ke depan, Bupati Delis berharap tugas Damkar tidak hanya berfokus pada pemadaman api, tetapi juga semakin diperluas pada aspek penyelamatan dan tanggap darurat berbagai jenis bencana yang terjadi di tengah masyarakat.
Akses Permukiman Harus Diperhatikan
Selain penguatan sarana, Bupati Delis menekankan pentingnya edukasi dan pencegahan di tingkat masyarakat untuk mengurangi risiko kebakaran.
Ia menginstruksikan para kepala desa dan jajaran terkait agar memperhatikan aspek keselamatan dalam penataan permukiman, terutama memastikan akses jalan dapat dilalui kendaraan pemadam kebakaran.
“Jangan sampai ketika terjadi kebakaran, kendaraan pemadam tidak bisa masuk karena akses jalannya sempit. Ini harus menjadi perhatian dalam penataan permukiman,” tegasnya.
Menurut Bupati, kesiapsiagaan bukan hanya menjadi tanggung jawab petugas pemadam kebakaran, tetapi membutuhkan keterlibatan pemerintah, aparat keamanan dan masyarakat.
82 APAR Didistribusikan ke Instansi dan Kecamatan
Sementara itu, Kasatpol PP dan Damkar Morowali Utara, Buharman Lambuli, S.Sos, menjelaskan bahwa 82 unit APAR yang diserahkan telah didistribusikan kepada sejumlah instansi dan wilayah.
Rinciannya, 32 unit untuk Polres dan Polsek, 14 unit untuk Koramil, 18 unit untuk OPD, serta 18 unit untuk 10 kecamatan di Kabupaten Morowali Utara.
Distribusi tersebut diharapkan dapat memperkuat kesiapsiagaan jajaran pemerintah maupun aparat keamanan dalam melakukan mitigasi serta penanganan awal apabila terjadi kebakaran.
Namun, Buharman mengungkapkan bahwa masih terdapat tantangan dalam hal ketersediaan armada. Armada pemadam kebakaran milik Pemkab Morowali Utara terakhir kali diperbarui pada 2014.
Karena itu, pihaknya menilai pengadaan armada baru menjadi kebutuhan penting untuk menunjang tugas penanggulangan kebakaran dan bencana yang semakin kompleks.
“Armada yang kita miliki terakhir diperbarui tahun 2014. Ke depan tentu sangat membutuhkan pengadaan unit baru untuk mendukung tugas-tugas penanggulangan bencana yang lebih berat,” ujar Buharman.
Ia berharap dukungan terhadap sarana dan prasarana Damkar terus ditingkatkan sehingga kemampuan respons terhadap kebakaran maupun kondisi darurat lainnya dapat semakin optimal.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan simbolis APAR dan penandatanganan berita acara.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua I DPRD Morowali Utara Hj. Megawati Asa, S.IP., MH, Camat Lembo Benyamin P.B. Hambuako, S.Sos, Camat Lembo Raya Anshar, S.Sos, perwakilan Danramil 1311-04/Lembo, perwakilan Polsek Lembo, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Penguatan sarana pemadam, edukasi masyarakat, penataan permukiman yang memperhatikan akses kendaraan darurat, serta kolaborasi pemerintah bersama TNI-Polri dan masyarakat diharapkan semakin memperkuat sistem pencegahan dan penanggulangan kebakaran di seluruh wilayah Morowali Utara.(*)





