Cegah Dampak Asap Karhutla, Dinkes Morut Gencarkan Pembagian Masker kepada masyarakat

MOROWALI UTARA, elaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Morowali Utara, Arif Paskal Pokonda, S.ST., M.Kes., mengatakan bahwa pelaksanaan pembagian masker secara serentak merupakan salah satu upaya pencegahan untuk melindungi masyarakat dari dampak polusi udara akibat asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).Rabu, (14/10/2026)

Arif menegaskan, selain menggunakan masker, masyarakat juga diharapkan meningkatkan kesadaran untuk mengurangi aktivitas di luar rumah, terutama ketika kondisi kualitas udara sedang tidak sehat.

“Kami sangat mengharapkan kesadaran masyarakat agar bisa mengurangi aktivitas di luar rumah. Kami juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk mempertimbangkan kondisi anak-anak sekolah,” ujar Arif.

Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Morowali Utara turut dibantu oleh Dinas Perhubungan Daerah dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Morowali Utara.

Pembagian masker dilakukan di sejumlah titik keramaian di wilayah Kecamatan Petasia, meliputi bundaran di depan Rumah Jabatan (Rujab), depan area pemakaman, pelabuhan, Pasar Kolonodale, serta SPBU Bahoue.

Oplus_131072

Arif juga menyampaikan bahwa seluruh puskesmas di Kabupaten Morowali Utara telah diimbau untuk menindaklanjuti Surat Edaran Bupati Morowali Utara, Dr. dr. Delis Julkarson Hehi, MARS, Nomor 400.7.1/1224/DINKES/X/2026 tertanggal 13 Oktober 2026.

Melalui tindak lanjut tersebut, puskesmas diminta melaksanakan pembagian masker di tempat-tempat keramaian sekaligus terus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pencegahan dampak paparan asap.

Masyarakat juga diimbau untuk memperhatikan kondisi kesehatan kelompok rentan di lingkungan masing-masing, terutama anak-anak, lansia, serta warga yang rentan mengalami gangguan pernapasan. Sebisa mungkin, masyarakat perlu menghindari paparan asap secara langsung hingga kualitas udara kembali membaik.

Arif mengingatkan bahwa penggunaan masker merupakan salah satu langkah perlindungan, tetapi tidak sepenuhnya menghilangkan risiko paparan asap. Karena itu, masyarakat tetap perlu membatasi aktivitas di luar ruangan ketika kondisi udara tidak sehat.

Ia berharap melalui pembagian masker dan edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan di tengah kondisi polusi udara semakin meningkat.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *