MOROWALI UTARA ,Ketua DPRD Kabupaten Morowali Utara, Warda Dg Mamala, SE, mengatakan pembahasan anggaran APBD Morowali Utara telah menghasilkan sejumlah kesepakatan, khususnya terkait penganggaran kebutuhan masyarakat.
Warda menyampaikan, pembahasan APBD dilakukan melalui proses yang cukup panjang dengan berbagai pertukaran pendapat antara pihak-pihak terkait.
“Alhamdulillah, tadi kita mendapatkan
kesepakatan-kesepakatan. Seluruh anggaran terkait dengan kebutuhan masyarakat, terkhusus masyarakat Kabupaten Morowali Utara, kita bahas bersama,” kata Warda.
Menurutnya, pembahasan anggaran berlangsung cukup alot karena adanya keinginan agar penganggaran dapat tetap memenuhi kebutuhan masyarakat seperti tahun-tahun sebelumnya.
Namun, kondisi fiskal daerah saat ini turut dipengaruhi oleh kebijakan efisiensi anggaran yang berdampak terhadap kemampuan anggaran pemerintah daerah di berbagai kabupaten di Indonesia.
“Kita tahu bahwa seluruh Indonesia ini melakukan efisiensi, sehingga berdampak ke kabupaten-kabupaten dan mempengaruhi anggaran kita,” ujarnya.
Warda menegaskan, efisiensi anggaran tidak boleh hanya dimaknai sebagai pengurangan belanja, tetapi harus jelas manfaat yang dihasilkan bagi masyarakat.
“Saya tekankan, apa sesungguhnya hasil yang didapat daripada efisiensi itu untuk masyarakat. Jangan kita hanya pandai berteriak efisiensi, efisiensi, akhirnya masyarakat itu tidak ada,” tegasnya.
Ia mengatakan, dalam pembahasan tersebut DPRD bersama pihak eksekutif turut mencari langkah untuk menutup defisit dan menyelesaikan kewajiban utang daerah, sekaligus tetap mengakomodasi kebutuhan masyarakat.
“Kita tempuh bagaimana menutupi defisit, bagaimana menutupi hutang, dan bagaimana ada sedikit takaran-takaran yang ada di Kabupaten Morowali Utara,” jelasnya.
Warda juga menyebut sejumlah kebutuhan yang menjadi perhatian dalam pembahasan, di antaranya penganggaran kegiatan di dalam kota kabupaten, termasuk pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) dan kegiatan lainnya.
Ia mengatakan, sejumlah kegiatan tersebut telah disampaikan kepada Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), Sekretaris Daerah Morowali Utara, untuk kembali dianggarkan dan selanjutnya dikonsultasikan kepada Bupati Morowali Utara.
“Yang paling atas antara lain dalam kota kabupaten itu perlu dianggarkan, MTQ dan lain-lainnya. Saya sampaikan kepada Pak Ketua TAPD, Pak Sekda, bahwa semuanya di-on-kan kembali dan akan dikonsultasikan kepada Bupati,” pungkasnya.(*)





