MOROWALI UTARA, Lapangan sepakbola di Kabupaten Morowali Utara (Morut) kembali menjadi panggung bagi talenta-talenta muda. Forum Operator Sepakbola Nasional (FOSNAS) Seri Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Piala Warda Dg Mamala, resmi digelar di dua lokasi, yakni Lapangan Persimas Mori Atas, Tomata, dan Lapangan Putra Gembira Londi.
Kejuaraan yang berlangsung 26 September hingga 4 Oktober 2026 tersebut menjadi ruang bagi anak-anak dari berbagai desa di Morut untuk mengasah kemampuan sekaligus menunjukkan bakat mereka di lapangan hijau.
Kompetisi mempertandingkan sejumlah kelompok usia, mulai U10, U12, U14, U16 hingga U18. Sejumlah klub dari berbagai wilayah Morut turut ambil bagian dengan membawa pemain-pemain muda yang dipersiapkan sebagai generasi penerus sepakbola daerah.
Kejuaraan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mendorong pembinaan sepakbola usia dini di tingkat desa.
Sejumlah klub mendapat dukungan dari Ketua DPRD Morut, Hj. Warda Dg Mamala, SE, bersama Mukhlis Dg Mamala atau Haji Mus untuk dapat mengikuti kompetisi tersebut.
Salah satunya Moroko Kolaka Junior FC, klub yang relatif baru dibentuk namun langsung berani tampil dalam ajang FOSNAS.
Manajer Moroko Kolaka Junior FC, Kristosa, mengatakan timnya mengikuti tiga kelompok usia, yakni U10, U12 dan U14.
«“Kegiatan FOSNAS ini ibu ketua yang sponsor. Kami ikut U10, U12 dan U14. Untuk Kolaka baru pertama kami bentuk, dengan waktu latihan yang terbatas namun bisa tampil maksimal,” ujar Kristosa, Senin (29/9/2026).»
Menurutnya, dukungan Warda Dg Mamala dan Haji Mus sangat membantu tim yang baru terbentuk tersebut.
«“Harapan kami ibu ketua dan Haji Mus masih bisa mendukung untuk event ke depan. Kami sangat terbantu dukungan ibu ketua dan Haji Mus dalam kegiatan ini,” katanya.»
APALI Junior Dorong Pembinaan Sepakbola Desa
Dukungan terhadap pembinaan sepakbola usia dini juga dirasakan APALI Junior. Klub yang berbasis di Tinompo tersebut mengikuti FOSNAS untuk kategori U12 dan U14.
Pengurus APALI Junior, Nobel Nompo, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan yang diberikan terhadap pembinaan sepakbola anak-anak di wilayah tersebut.
«“Kami mengucapkan terima kasih kepada ibu Ketua DPRD Morut, Hj. Warda Dg Mamala dan Pak Haji Mus. Kami di APALI Junior sudah bentuk pengurusnya di Tinompo,” ujar Nobel.»
Menurutnya, kompetisi bukan semata soal menang dan kalah. Ajang seperti FOSNAS dinilai menjadi momentum untuk membangun sistem pembinaan pemain sejak usia dini.
Nobel mengatakan prinsip transparansi menjadi salah satu hal yang dipegang para pengurus APALI Junior. Kepercayaan yang diberikan kepada mereka, kata dia, harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
Di Desa Tinompo, pengurus APALI Junior juga tengah menginisiasi pembentukan Sekolah Sepak Bola (SSB).
Saat ini, sekitar 100 anak telah mendapatkan pembinaan dan latihan melalui APALI Junior. Mereka dipersiapkan agar memiliki pengalaman bertanding dan kemampuan yang lebih matang ketika mengikuti berbagai kejuaraan, termasuk kompetisi tingkat provinsi.
«“Di Desa Tinompo sendiri rencana pembentukan SSB sedang diinisiasi oleh sejumlah pengurus APALI Junior. Saat ini ada sekitar 100 orang anak yang dibina dan dilatih, sehingga ketika ada kejuaraan bahkan di tingkat provinsi, sudah disiapkan para pemain muda di sejumlah usia yang siap berlaga,” jelasnya.»
Para pengurus APALI Junior berharap pembinaan tersebut dapat menjadi fondasi lahirnya pemain-pemain sepakbola muda dari desa yang mampu bersaing di level lebih tinggi.
Prinsip transparansi, musyawarah dan pengabdian menjadi semangat yang mereka bangun untuk memberikan ruang seluas-luasnya bagi anak-anak dalam mengembangkan bakat sepakbola.
FOSNAS Piala Warda Dg Mamala pun menjadi salah satu panggung bagi talenta muda Morut. Dari lapangan desa, anak-anak mulai mendapatkan pengalaman bertanding, mengasah kemampuan dan membangun cita-cita untuk membawa nama Morowali Utara hingga ke level yang lebih tinggi.(*)





