MOROWALI UTARA , Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Morowali Utara, Ir. Syarifudin, S.T., M.T., bersama Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik, Yulius Effarain, S.ST.Par., M.Par., menggelar coffee morning bersama sejumlah awak media di Cafe Bestea lantai 2, Senin (19/10/2026).
Pertemuan yang berlangsung setelah kegiatan media gathering bersama BPJS Ketenagakerjaan tersebut menjadi ruang dialog antara Dinas Kominfo dan insan pers untuk membahas keberlanjutan kerja sama publikasi, persyaratan administrasi perusahaan media, pengelolaan anggaran, hingga peningkatan kompetensi wartawan.
Dalam pertemuan itu, Syarifudin menekankan pentingnya membangun kemitraan yang terbuka, profesional, dan berkelanjutan antara pemerintah daerah dan media. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ajang silaturahmi bagi dirinya sebagai kepala dinas yang baru untuk mempererat komunikasi dengan para jurnalis di Morowali Utara.
Menurutnya, media memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan daerah. Selain menyampaikan informasi kepada masyarakat, pers juga menjalankan fungsi kontrol sosial dan check and balance terhadap penyelenggaraan pemerintahan.
Karena itu, ia berharap komunikasi antara Dinas Kominfo dan insan pers terus terpelihara agar pelaksanaan kerja sama publikasi dapat berjalan secara profesional, transparan, dan sesuai ketentuan yang berlaku.
Tekankan Kelengkapan Administrasi Media
Salah satu pembahasan utama dalam pertemuan tersebut adalah persyaratan administrasi perusahaan media yang akan menjalin kerja sama publikasi dengan pemerintah daerah.
Syarifudin menjelaskan bahwa pelaksanaan kerja sama harus mengacu pada regulasi yang berlaku. Ia menyebutkan, Peraturan Bupati mengenai kerja sama media telah diterimanya dan perlu menjadi pedoman dalam pelaksanaan kemitraan.
Sejumlah dokumen yang menjadi perhatian antara lain Nomor Induk Berusaha (NIB), Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), status keaktifan perusahaan, rekening perusahaan, serta dokumen pendukung lainnya sesuai ketentuan.
Menurutnya, kelengkapan administrasi merupakan bagian penting untuk memastikan kerja sama berjalan tertib, akuntabel, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Penyerapan Anggaran dan Usulan Pembayaran Berkala
Pembahasan juga mencakup realisasi anggaran Dinas Kominfo Kabupaten Morowali Utara. Berdasarkan data yang disampaikan Syarifudin dalam pertemuan tersebut, penyerapan anggaran hingga September masih berada di kisaran 54 persen.
Ia turut menyinggung anggaran kerja sama media pada bidang terkait yang disebut mencapai sekitar Rp375 juta.
Dalam upaya mengoptimalkan penyerapan anggaran sekaligus mendukung kelancaran operasional perusahaan media, Syarifudin membuka ruang pembahasan mengenai kemungkinan penerapan mekanisme pembayaran kerja sama secara berkala, baik setiap tiga bulan maupun per semester.
Menurutnya, mekanisme tersebut dapat menjadi alternatif agar pembayaran tidak terkonsentrasi pada akhir tahun. Namun, pelaksanaannya tetap perlu dibahas bersama pihak terkait dengan memperhatikan ketentuan administrasi, ketersediaan anggaran, serta mekanisme pengelolaan keuangan daerah.
“Jangan sampai pembayaran dikumpulkan di akhir tahun. Kita bisa membicarakan apakah pencairannya per triwulan atau per semester, sehingga administrasi lebih ringan dan media juga memiliki biaya operasional,” ujarnya.
Usulan tersebut masih memerlukan pembahasan lebih lanjut sebelum dapat diterapkan sebagai mekanisme pembayaran kerja sama media.
Dorong Peningkatan Kompetensi Wartawan
Selain membahas administrasi dan anggaran, Syarifudin juga menyampaikan gagasan untuk meningkatkan kapasitas wartawan di Kabupaten Morowali Utara melalui program pelatihan atau bimbingan teknis (bimtek).
Ia mengungkapkan telah berkomunikasi dengan Dinas Kominfo Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, untuk bertukar informasi mengenai program peningkatan kapasitas media dan jurnalis.
Syarifudin berharap gagasan tersebut dapat ditindaklanjuti melalui kegiatan pelatihan yang menghadirkan pemateri berpengalaman dari media nasional.
Materi yang direncanakan meliputi teknik penulisan berita, public speaking, serta penguatan profesionalisme jurnalistik. Ia juga menyebut telah menjalin komunikasi dengan pihak Kompas yang, menurut keterangannya, menyatakan kesiapan untuk mendukung kegiatan tersebut.
Meski demikian, rencana pelatihan itu masih dalam tahap gagasan dan perlu dimatangkan, terutama terkait mekanisme pelaksanaan, materi, serta kebutuhan anggaran.
“Ini masih menjadi ide yang ingin saya perjuangkan. Mudah-mudahan bisa direalisasikan agar teman-teman jurnalis dapat meningkatkan kemampuan, baik dalam berbicara di depan publik maupun menulis berita dengan baik,” katanya.
Perkuat Komunikasi Pemerintah dan Pers
Melalui kegiatan coffee morning tersebut, Dinas Kominfo Morowali Utara berharap komunikasi dengan insan pers semakin terbuka dan konstruktif.
Masukan dari para jurnalis diharapkan menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki pelaksanaan kerja sama publikasi, sekaligus mendorong hubungan kemitraan yang lebih efektif, transparan, dan berkelanjutan.
Pertemuan ini juga menjadi ruang untuk menyamakan pemahaman mengenai ketentuan kerja sama media serta membuka peluang peningkatan kapasitas wartawan guna mendukung penyajian informasi yang berkualitas kepada masyarakat.(*)





