MOROWALI UTARA ,Semangat kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan melalui aksi kemanusiaan tiga ambulans relawan Mamala Group yang bergerak menjalankan misi berbeda pada Minggu, 11 Oktober 2026. Mulai dari menjemput seorang ibu dari Suku Wana yang mengalami kesulitan persalinan di pedalaman Kecamatan Soyojaya hingga mengantar dan menjemput jenazah warga, ketiganya hadir membantu masyarakat yang membutuhkan.
Tiga ambulans tersebut masing-masing milik Ahmad Dg Mamala atau Haji Tonggong, Muh. Fauzan Ari Nugraha atau Fauzan Mamala, serta Mukhlis Dg Mamala atau Haji Mus.
Ketiga perjalanan itu berlangsung di lokasi dan waktu berbeda. Namun, semuanya memiliki tujuan yang sama, yakni memberikan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat, termasuk warga yang menghadapi keterbatasan akses transportasi dan pelayanan kesehatan.
Jemput Ibu Suku Wana yang Ditandu Warga Sehari Perjalanan
Misi pertama dilakukan ambulans relawan milik Haji Tonggong yang menjemput seorang ibu dari Suku Wana yang mengalami kesulitan melahirkan di wilayah pedalaman Kecamatan Soyojaya, Minggu (11/10/2026).
Sebelum dijemput ambulans, ibu tersebut telah ditandu warga dari Dusun III Langada, Desa Tambayoli, menuju Kalae sejak sehari sebelumnya. Sulitnya akses jalan membuat warga harus menempuh perjalanan panjang dengan berjalan kaki sambil membawa ibu yang membutuhkan pertolongan medis.
Setibanya di Kalae, ambulans relawan menjemput ibu tersebut untuk selanjutnya dibawa ke Puskesmas Tambayoli guna mendapatkan penanganan medis.
“Iya, dari kemarin dipikul warga dan kami jemput di Kalae. Jalan menuju dusun pedalaman Langada memang susah dan jauh,” ujar Irfan, Koordinator Ambulans Relawan Haji Tonggong, Minggu (11/10/2026).
Peristiwa ini memperlihatkan semangat gotong royong masyarakat dalam membantu sesama. Di tengah keterbatasan akses, warga berupaya membawa ibu tersebut ke lokasi yang dapat dijangkau kendaraan agar bisa memperoleh pertolongan medis.
Namun, kejadian ini juga menjadi pengingat bahwa akses terhadap pelayanan kesehatan, khususnya bagi masyarakat yang tinggal di wilayah terpencil, masih membutuhkan perhatian serius.
Tembus Gelapnya Malam, Antar Jenazah ke Pedalaman Soyojaya
Misi kemanusiaan berikutnya dilakukan ambulans relawan milik Muh. Fauzan Ari Nugraha atau Fauzan Mamala.
Pada Minggu malam sekitar pukul 20.00 WITA, ambulans tersebut bergerak dari RSUD Kolonodale untuk mengantarkan jenazah menuju wilayah pedalaman Kecamatan Soyojaya.
Perjalanan malam menuju daerah pedalaman menjadi bagian dari pelayanan kemanusiaan yang dijalankan relawan. Bagi keluarga yang sedang berduka, bantuan ambulans sangat berarti untuk mengantarkan jenazah menuju kampung halaman atau tempat peristirahatan terakhir.
Terlebih, perjalanan menuju wilayah yang jauh dengan akses terbatas dapat membutuhkan waktu, tenaga, dan biaya yang tidak sedikit.
Kehadiran ambulans relawan menjadi salah satu bentuk dukungan bagi keluarga agar proses pengantaran jenazah dapat dilakukan dengan lebih mudah.
Jemput Jenazah Warga Sipoyon di Pelabuhan Cina Kolonodale
Misi ketiga dilakukan ambulans relawan milik Mukhlis Dg Mamala atau Haji Mus, ayah dari Fauzan Mamala.
Haji Mus, yang disebut telah menjalani tiga periode sebagai politisi Partai Golkar, menyediakan ambulans yang bersiaga di wilayah Mori Utara untuk membantu masyarakat yang membutuhkan layanan kemanusiaan.
Pada Minggu malam sekitar pukul 22.40 WITA, tim relawan menerima kabar duka mengenai seorang warga asal Sipoyon, Pantai Timur, yang meninggal dunia dalam perjalanan menuju RSUD Kolonodale.
Sebelumnya, warga tersebut hendak dirujuk menggunakan perahu dari Matube menuju RSUD Kolonodale untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, pasien meninggal dunia sebelum tiba di rumah sakit.
Setelah menerima informasi tersebut, ambulans relawan Haji Mus bergerak menuju Pelabuhan Cina Kolonodale untuk menjemput jenazah dan membantu mengantarkannya kembali ke kampung halaman.
Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya meringankan beban keluarga yang tengah menghadapi kedukaan, terutama dalam situasi ketika perjalanan pulang membutuhkan dukungan transportasi.
Tiga Ambulans, Satu Semangat Kemanusiaan
Tiga pergerakan ambulans Mamala Group dalam satu hari menggambarkan bahwa pelayanan kemanusiaan dapat berlangsung kapan saja, baik siang maupun malam, serta di tengah kondisi jalan dan akses transportasi yang terbatas.
Ada seorang ibu yang harus ditandu warga selama sehari perjalanan untuk mendapatkan pertolongan medis. Ada keluarga yang membutuhkan bantuan untuk mengantarkan jenazah menuju pedalaman. Ada pula jenazah warga yang harus dijemput di pelabuhan setelah perjalanan rujukan melalui jalur laut berakhir dengan kedukaan.
Di balik setiap perjalanan tersebut, terdapat masyarakat yang membutuhkan pertolongan, keluarga yang sedang menghadapi situasi sulit, serta relawan yang bersedia bergerak untuk membantu.
Kisah ini sekaligus menegaskan pentingnya keberadaan layanan ambulans bagi masyarakat, khususnya mereka yang tinggal di wilayah terpencil dan menghadapi keterbatasan akses terhadap fasilitas kesehatan maupun transportasi.
Selain menjadi bentuk kepedulian sosial, pengalaman tersebut juga menjadi pengingat akan perlunya perhatian berkelanjutan terhadap akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat di pelosok Morowali Utara.
Bagi Mamala Group, tiga ambulans yang bergerak pada hari yang sama menjadi gambaran semangat membantu sesama tanpa mengenal waktu dan jarak.
Sebab, dalam setiap perjalanan kemanusiaan, ada harapan yang hendak dijaga, beban yang berusaha diringankan, dan kepedulian yang diberikan kepada mereka yang membutuhkan.(“)





